Jumat, 13 November 2015

“ MUSTAHIL KRISTEN BISA MENJAWAB ”


Bulubete, Dol-Sel, Sigi, 3 Agustus 2012
Khutbah Jum’at
اَلْحَمْدُلِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. اَحْمَدُهُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ وَاَشْهَدُ أَنْ لاَالٰهَ اِلَّااللّٰهُ وَحْدَهُ لاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِ عَلٰى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا مَزِيْدًا
اَمَّابَعْدُ
. يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى
فَوَيۡلٌ۬ لِّلَّذِينَ يَكۡتُبُونَ ٱلۡكِتَـٰبَ بِأَيۡدِيہِمۡ ثُمَّ يَقُولُونَ هَـٰذَا مِنۡ عِندِ ٱللَّهِ لِيَشۡتَرُواْ بِهِۦ ثَمَنً۬ا قَلِيلاً۬‌ۖ فَوَيۡلٌ۬ لَّهُم مِّمَّا ڪَتَبَتۡ أَيۡدِيهِمۡ وَوَيۡلٌ۬ لَّهُم مِّمَّا يَكۡسِبُونَ
Hadirin jama’ah Jum’ah yang di Rahmati Allah
Puji Syukur Kehadirat Allah Azza Wa Jalla yang mempertemukan kita kembali di hari Raya Mingguan ini yaitu Hari Jum’at. Saya sebagai khatib mengajak kita semua untuk meningkatkan Keislaman, Keimanan, dan Ketakwaan kita kepada Allah Azza Wa Jalla agar kita dapat di golongkan orang-orang yang mendapat naungan dari dahyatnya hari Kiamat dan panjangnya penghisaban di akhirat kelak.
Untuk kesempatan kali ini sesuai firman Allah Azza Wa Jalla dalam Surah Al-Baqarah : 79 “ Maka kecelakaan yAng besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.” Oleh karena itu izinkanlah saya membawakan Khutbah Jum’at Perbandingan Agama yang berjudul “Mustahil Kristen Bisa Menjawab” untuk menjadi bekal kita di suatu waktu bila kita bertemu dengan seorang Misionaris.
Kristen yang didirikan oleh seorang yang bernama Santo Paulus di Antiokhia yang sekarang menjadi bagian dari wilayah Turki pada tahun 42 M atau sekitar 13 tahun setelah Yesus menghilang dari dunia ini. Dengan Tipu Muslihatnya, Paulus menulis surat-surat ke Eropa dan sekitarnya tentang Ketuhanan Yesus Kristus, seorang manusia Ajaib yang lahir tanpa Ayah, bangkit dari kematian dan lain sebagainya. Ajaran barunya tersebut disambut baik oleh masyarakat Eropa terutama di Roma yang pada saat itu merupakan salah satu kerajaan besar yang masyarakat beragama Pangan, yaitu menyembah banyak dewa dan berbagai mitos tingkat tinggi.
Pada tahun 325 M. Kaisar Konstantin yang memimpin Roma mengadakan sidang untuk mengresmikan Yesus Kristus sebagai Anak Tuhan atau Tuhan itu sendiri. Sejak saat itulah sampai saat ini Yesus di kenal sebagai anak Tuhan atau Tuhan itu sendiri. Dalam perkembangan selanjutnya Kristen membentuk sebuah pasukan yang disebut dengan Pasukan Salibis yaitu para Misionaris untuk menyebarkan agama ini. Di Indonesia Kristen dibawah oleh para Penjajah Belanda, Inggris, dan Portugis yang merangkap sebagai Misionaris. Sulawesi Tengah sendiri peninggalan Penjajah Kristen tersebut berdiri dengan megahnya yaitu Bala Keselamatan.
Hadirin Jama’ah Jum’ah yang di Rahmati Allah
Walaupun derasnya misi Misionaris yang dibawa oleh para Penjajah tersebut, Allah tidak tinggal diam. Kristen disini boleh saja memiliki Bala Keselamatan yang menjadi rumah naungan mereka untuk menyebarkan Bible yang katanya berisi perintah Kasih dari Yesus Kristus akan tetapi kita juga punya rumah naungan yang lebih besar dari Bala Keselamatan, yaitu AL-KHAIRAAT yang didirikan oleh Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri atau kita kenal sebagai Guru Tua. Dengan adanya Al-Khairaat ini dapat menghentikan gerakan Misionaris tersebut. Lihatlah Al-Khairaat yang di bangun oleh Guru Tua begitu besarnya, santri-santrinya tidak pernah putus untuk belajar di Al-Khairaat. Bahkan sebutan santri bukan hanya ditujukan untuk mereka yang mengeyam pendidikan di gedung Al-Khairaat saja tetapi juga setiap rumah yang terdapat foto Guru Tua adalah santri dari Al-Khairaat itu sendiri.
Oleh karena itu kita sebagai orang Al-Khairaat harus dapat mendakwakan kepada orang lain yang entah itu sesama umat Islam maupun non Islam, paling tidak kita mengetahui tentang  dakwah tersebut. Karena tidak menutup kemungkinan disuatu saat kita menemukan seorang Misionaris yang mengajukan pertanyaan kepada kita tentang Keislaman sedangkan kita juga hanyalah Islam biasa saja. Jika hal itu terjadi apa yang harus kita lakukan? Islam saja tidak banyak kita ketahui dan mungkin jawaban kita hanyalah jawaban dasar yang bisa mereka sanggah dengan mudah dan bahkan memberi pertanyaan yang dapat menggoyahkan iman kita.
Oleh karena itu kita harus mengetahui kelemahan mereka, paling tidak ada sepuluh pertanyaan yang sangat mustahil untuk di jawab oleh orang Kristen, baik jemaat biasa maupun pendeta dan pastor yang berdiri diatas mimbar untuk mengabarkan Ajaran Kasih Yesus. Kesepuluh pertanyaan ini pertama kali di gagas oleh Mantan Kristen Katholik asal Madano yaitu Ustadz H. Insan LS Mokoginta yang sekarang membangun sebuah Yayasan yang bernama Birrul Walidain yang bergerak dalam bidang perbandingan agama.
Hadirin Jema’ah Jum’ah yang di Rahmati Allah
Pertanyaan pertama yang sangat mustahil mereka jawab adalah“Tunjukan Dalilnya Dalam Bible kalau Yesus membawa Agama Kristen”tentunya tidak ada satupun dalil dalam Bible tentang pertanyaan tersebut karena pada dasarnya Kristen yang sudah di jelaskan pada awal Khutbah ini di dirikan oleh Santo Paulus pada tahun 42 M dan sekitar 13 tahun setelah Yesus menghilang dari dunia. Bahkan dalam Al-Qur’an pun kata Kristen tidak di temukan untuk mereka yang menyebut diri mereka pengikut dari Isa Al-Masih atau lebih dikenal sebagai Yesus Kristus. Al-Qur’an menyebutkan mereka yang menjadi pengikut Isa Al-Masih sebagai Nashrani dan orang-orang Kristen pun saat ini Al-Qur’an disebut sebagai Nashrani bukan Kresten. Kata Kristen pun disebutkan dalam Bible hanya paling banyak 5 kali yaitu di Kitab Para Rasul 11:26, Kitab Para Rasul 26:28, Kitab Roma16:7, Kitab 2 Korintus 12:2, dan Kitab 1 Petrus 4:16.
Pertanyaan kedua yaitu “Dimakah Ajaran Kasih Yesus sebagai Anak Allah pada umur 13 sampai 29 Tahun?”. Pertanyaan ini didasarkan oleh Kisah Yesus yang di tulis oleh para penulis Kitab Perjanjian Baru yang mereka sebut sebagai Rasul hanya menuliskan kisah kehidupan Yesus sejak di lahirkan sampai umur 12 tahun, lalu kisah tersebut terputus dan baru bersambung pada umur Yesus 29 tahun. Jadi 17 tahun kisah kehidupan dari Yesus Kristus yang mereka anggap Anak Tuhan dan Tuhan itu sendiri tidak ada dalam kitab Bible.
Yang harus di pertanyakan, kenapa tidak dikisahkan? Apakah para rasul tersebut tidak di ilhami oleh Roh Kudus yang merupakan salah satu dari tiga Pribadi Tuhan yang mereka sembah. Apakah Roh Kudus lupa akan dirinya sendiri selama berengkarnasi sebagai seorang manusia? Kita tidak tahu! Dan pertanyaan tersebut adalah tantangan bagi mereka dan kewajiban mereka untuk menjawabnya.
Lalu kemanakah Yesus selama kurang lebih 17 tahun? Kalau dalam waktu itu Yesus  dan menerima wahyu lalu maka sajakah bunyi wahyu tersebut? Jika dalam waktu itu Yesus menulis wahyu yang di turunkan kepadanya lalu manakah kitabya, bukankah tidak ada Kitab Yesus, yang ada hanyalah Kitab Matius, Kitab Yohanes, Kitab Lukas dan lain sebagainya. Jika dalam waktu itu Yesus tidak berbuat apapun, rasanya tidak mungkin karena tidak mungkin Tuhan yang di anggap oleh orang Kristen tidak berbuat apapun selama 17 tahun. Sama halnya Tuhan sama sekali tidak berkarya selama itu, tidak menghidupkan, tidak mematikan dan tidak melakukan apapun. Jika dalam waktu itu Yesus pergi kepada Bapa atau Allah, mana dalilnya dalam Bible?
Bukti dalam Bible yang menunjukkan Yesus memulai dakwahnya pada umur 12 tahun tertulis dalam Kitab Bible Lukas :
"Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu." (Lukas 2:42)
"Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur' kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, la adalah anak Yusuf, anak Eli...." (Lukas 3:23)
Hadirin Jama’ah Jum’ah yang di Rahmati Allah
Pertanyaan Ketiga adalah “Tunjukkan dalilnya dalam Bible Perintah Yesus beribadah pada hari Minggu”. Pertanyaan ini sama sekali tidak bisa di jawab oleh mereka karena pada dasarnya tidak ada satupun ayat dalam Bible mengatakan atau Yesus mengatakan sendiri untuk beripada hari minggu. Perintah beribadah hanya ada pada hari sabtu yang disebut dengan Hari Sabat. Sedangkan perintah beribadah pada hari Sabat sudah ada pada zaman Nabi Musa Alaihis Salam seperti yang tertulis dalam Kitab Bible Perjanjian Lama pada Kitab Keluaran 31 : 12-16 sebagai berikut :
(12) Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: (13) Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu. (14) Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya. (15) Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, hari kudus bagi TUHAN: setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari Sabat, pastilah ia dihukum mati. (16) Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal.
Kemudian dizaman Yesus pun masih mengggunakan Hari Sabat tersebut sebagai hari Beribadah mingguan seperti yang tertulis dalam beberapa kitab sebagai berikut :
Lukas 4:16 Ia (Yesus) datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan­Nya pada hari Sabat la masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Al kitab.
Markus 1:21 Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.
Orang Kristen sudah mengingkari perjanjian kekal mereka kepada Allah melalui Nabi Musa alaihis salam untuk mensucikan Hari Sabat, malah mereka mengganti hari suci itu di hari Minggu. Dan Allah menurunkan hari Suci kepada umat Islam pada Hari Jum’at dan umat Islam sampai saat ini tetap menjaga hari raya mingguan tersebut dengan datang kerumah Allah untuk beribadah shalat jum’at seperti apa yang kita kerjakan sekarang ini. Allah Azza Wa Jalla berfirman dalam surah Al-Jum’ah : 9 sebagai berikut :
يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوۡمِ ٱلۡجُمُعَةِ فَٱسۡعَوۡاْ إِلَىٰ ذِكۡرِ ٱللَّهِ وَذَرُواْ ٱلۡبَيۡعَ‌ۚ ذَٲلِكُمۡ خَيۡرٌ۬ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ (٩)
"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk shalat pada hari Jum’at, maka hendaklah kamu bersegera untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Demikianlah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui."
Pertanyaan keempat adalah “Mana foto asli Yesus dan siapa pemotretnya?” di rumah-rumah orang Kristen pasti terdapat foto atau patung salib kecil tergantung di dinding yang apabila di tanyakan kepada mereka siapakah pribadi itu? Maka mereka akan mengatakannya bahwa itu adalah Tuhan Yesus. Tetapi tahukah anda, siapa sebenarnya pribadi dalam foto tersebut? Dia adalah Jim Caviezel seorang aktor Hollywood Negara Laknatulla Unaited America yang memerankan peran Jesus Christ pada film movie The Passion Of The Christ. Jadi selama ini yang mereka sembah itu sebenarnya bukan Yesus melainkan Jim Caviezel yang tergantung abadi diatas kayu salib tersebut.
Pertanyaan keenam adalah ”Mana dalilnya dalam Bible Yesus lahir tanggal 25 Desember dan perintah untuk merayakannya” tentunya kita setiap tahun pada tanggal 25 Desember sering melihat di media tertulis ”Merry Chrismas” yang artinya “Selamat Natal”. Pertanyaan ini pun jika di tanyakan kepada orang Kristen maka mereka tidak memiliki jawaban apapun karena mereka hanya ikut-ikutan dalam bualan dan rekayasa Gereja. Dan bila mereka bertanya balik tentang dalil Maulid Nabi Muhammad shalallhu alaihi wasalam maka jawablah sebisa mungkin tanpa harus mengeluarkan dalil tetapi jika di perlukan maka jawabalah bahwasannya Maulid bukanlah sebuah perayaan melainkan sebuah peringatan, dengan peringatan kelahiran Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasalam dapat menjadi media dakwah untuk mengenal Rasulullah dan Islam yang beliau bawa sebagaimana Firman Allah dalam Surah Hud :120 sebagai berikut :
وَكُلاًّ۬ نَّقُصُّ عَلَيۡكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِۦ فُؤَادَكَ‌ۚ وَجَآءَكَ فِى هَـٰذِهِ ٱلۡحَقُّ وَمَوۡعِظَةٌ۬ وَذِكۡرَىٰ لِلۡمُؤۡمِنِينَ (١٢٠)
Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.
Hadirin Jama’ah Jum’ah yang di Rahmati Allah
Itulah beberapa bekal pertanyaan yang dapat kami bagikan untuk digunakan bila suatu waktu seorang misionaris datang untuk mengabarkan Ajaran Gereja tentang Kasih Yesus baik itu secara langsung maupun tidak. Ketahuilah, Belajar kitab kitab suci agama lain itu tidaklah salah, yang salah apabila setelah belajar kita malah mengimaninya. Bahkan kita sebagai seorang muslim paling tidak sedikit tahu kelemahan-kelemahan mereka agar kita juga punya bekal untuk menyanggah segala daya upaya pemurtadan tersebut. Mereka belajar tentang agama kita bahkan ada guru mereka yang dulunya adalah seorang muslim yang mengajarkan Islam sesuai paham teologia Kristen. Kita pun jangan mau kalah, kita juga harus belajar tentang agama mereka, entah itu tentang pertentangan ayat-ayatnya, konsep Trinitas yang tidak bisa di terima oleh akal sehat dan lain sebagainya. Dan kita harus bisa melihat kedepan sambil bersamaan melihat kearah kanan dan kiri. Maksudnya melihat kedepan adalah menjalani kehidupan ini sebagai seorang muslim, sambil melihat kearah kanan dan kiri adalah belajar mempermantap Keislaman kita sambil belajar tentang agama orang lain,  entah itu Kristen, Yahudi, Budha maupun Hindu. Yang pada akhirnya kita dapat membandingkan agama-agama tersebut terhadap Islam dan tentunya Islam-lah satu-satunya agama yang di Ridhai Allah Azza Wa Jalla.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا فَاسْتَغْفِرُوا اللهَ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Refrensi :
Mustahil Kristen Bisa Menjawab karya Ustadz H. Insan LS Mokoginta
Bible Database oleh Brent Mauer dan Chris Fraleyhttp://www.bibledatabase.or
Khutbah Jum’ah Masjidil Haram karya Syaikh Abdullah Muhammad Al-Khulaify “ Khatib dan Imam Masjidil Haram, Makkah ”
"-ـ- فَإِسَلًى رَحْمَنُ عَبْدُ الرَّحِيْمِ-ـ-"

1 komentar: