Rabu, 18 November 2015

Perbedaan Islam Dengan Agama Lain

Perbedaan Islam Dengan Agama Lain


islam

Perbedaan Islam dengan agama lain sangat luas cakupannya. Berikut adalah beberapa ciri pembeda antara agama Islam dengan Agama lain:


1.) Islam mempercayai Tuhan sebagai Maha Pencipta alam semeta ini dan menampilkan keesaanNya dengan kata-kata yang amat bersahaja, komprehensif dan menarik. Minat seorang pedusunan ataupun seorang terpelajar. Islam menyebut Tuhan sebagai Wujud Yang Paripurna, sumber segala keindahan dan bebas dari segal cacat. Dia Wujud Yang Maha Hidup yang menjelmakan diriNya dimana-mana dan yang mencintai makhlukNya serta mendengar permohonan-permohonan mereka. Tidak ada dari antara sifat-sifatnya yang telah ditangguhkan. Oleh karena itu Dia berkomunikasi dengan makhluk manusia seperti halnya Dia berkomunikasi sebelum ini dan tidak menutup jalan untuk mencapai Dia secara langsung.



2.) Islam percaya bahwa tidak ada kontradiksi antara perkataan Tuhan dengan perbuatanNya. Dengan demikian Tuhan membebaskan kita dari permusuhan tradisional antara sains dan agama, dan tidak menghendaki kita mempercayai sesuatu yang berada di luar kawasan hukum-hukum alam yang telah ditetapkan olah-Nya. Tuhan mendorong kita untuk merenungkan perihal alam dan mengambil faedah daripadanya, sebab segala sesuatu telah diciptakan demi kepentingan umat manusia.

3.) Islam tidak mengemukakan pengakuan yang kosong melompong ataupun memaksa kita mempercayai sesuatu yang kita tidak mengerti. Islam mendukung ajaran-ajarannya dengan alasan dan keterangan yang memberi kepuasan kepada pikiran kita dan kepada dasar jiwa kita yang sedalam-dalamnya. Islam tidak berlandaskan pada mitos-mitos atau hikayat-hikayat. Islam mengundang setiap orang untuk bereksperimen bagi dirinya sendiri dan berpendirian bahwa kebenaran selamanya dapat dibuktikan dalam satu atau lain bentuk.

4.) Kitab wahyu Islam (Alquran) itu unik dan membedakan wajah agama ini dari agama-agama lainnya. Kendati musuh-musuh Islam berupaya secara terpadu selama berabad-abad, mereka tidak mampu menyamai bagian kecil sekalipun daripada kitab yag ajaib ini. Kelebihannya tidak hanya terletak hanya di dalam keunikan dan keindahan susasteranya, melainkan juga di dalam kebersahajaannya dan keluasan wawasan serta kepepakan ajarannya. Alquran memproklamasikan bahwa ajarannya adalah yang terbaik-suatu pengkuan yang tidak dibuat oleh kitab-kitab wahyu lainnya.

Alquran mangaku telah mengkombinasikan unsur-unsur ajaran samawi yang terbaik yang terdapat di dalam kitab-kitab suci terdahulu dan telah menempatkan di dalamnya semua ajaran yang abadi dan luas rangkumannya. Alquran mengingatkan:
    “Sesungguhnya inilah yang diajarkan dalam kitab-kitab terdahulu, kitab-kitab suci Ibrahim dan musa” (87:19)

Sebuah ciri khas Islam yang distingtif ialah kitab sucinya itu berbahasa yang hidup. apakah tidak menimbulkan tanda tanya kalau bahasa-bahasa semua Kitab Suci lainnya itu mati atau tidak lagi dipakai secara umum? Sebuah kitab suci seharusnya mempunyai bahasa yang hidup dan berlaku abadi.

5.) Sebuah ciri pembeda lainnya dari Islam adalah nabinya telah melampaui segala tahapan pangalaman hidup manusia semenjak selaku seorang anak yang keadaannya terlantar lagi yatim piatu hingga akhirnya menjadi seorang penguasa kaumnya. Peri kehidupannya di dokumentasikan sampai sekecil-kecilnya, merefleksikan keimanan yang tiada taranya kepada Tuhan dan menggambarkan pengorbanan yang tiada hentinya pada jalanNya. Beliau menjalani hidup yang sarat dengan peristiwa dan tindakan serta meninggalkan teladan amal perbuatan yang sempurna di dalam setiap medan sepak terjang manusia. Hal demikian sangat cocok dan tepat untuk dikatakan, sebab beliau adalah tafsiran hidup Alquran dan dengan teladan pribadinya menerangi jalan tempuhan manusia untuk segala zaman mendatang-suatu peran yang tidak dipenuhi secara memadai oleh nabi lain manapun.

6.) Sebuah ciri pembeda lainnya dari Islam adalah nubuatan-nubuatannya telah menjadi kenyataan dari abad ke abad, itu telah memperkuat iman para pengikutnya kepada Tuhan Yang Maha menngetahui lagi Maha Hidup. Proses ini terus berlanjut sampai masa kini, sebagaimana dibuktikan dengan penemuan-penemuan baru-baru ini, mumi Firaun yang telah mengusir Nabi Musa dan kaumnya dari negeri Mesir. Contoh segar lainnya adalah adalah mengenai perkembangan sarana baru untuk menciptkan kehancuran, dimana api terkunci didalam partikel-paartikel kecil yang akan mengembang yang bisa menyebabkan gunung-gunung hancur lebur.

7.) Sebuah ciri khas Islam lainnya ialah bilamana Islam membahas akhirat dan kehidupan sesudah mati Islam pun meramalkan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa yang akan datang di dunia ini, penyempurnaan ramalan ini memperteguh keimanan pengikut-pengikutnya terhadap kehidupan sesudah mati.

8.) Islam berbeda dari agama-agama lainnya dalam menyediakan hukum muamalah yang komprehensif mengenai perilaku manusia secara individual, kolektif dan internasional. Perintah-perintah ini meliputi segala situasi dan mencakup hubungan antara kawan-kawan dan mitra-mitra serta bahkan antara lawan-lawan. Peraturan-pertauran dan prinsip-prinsip yang dinyatakan secara tegas itu benar-benara bersifat universal dan teruji ketegarannya sepanjang waktu.

9.) Islam memproklamirkan persamaan yang lengkap diantara umat manusia tanpa mengindahkan perbedaan kasta, kepercayaan, dan warna kulit. Satu-satunya tolak ukur kehormatan yang diakuinya ialah ketakwaan, bukan keturunan, kekayaan, ras dan warna kulit. Alquran mengatakan:
    “Sesungguhnya yang paling mulia diantara kalian di sisi Allah ialah yang paling bertakwa diantara kalian” (49:140)

dan lagi:
    “Barangsiapa beramal saleh, baik laki-laki ataupun perempuan, sedang ia orang yang beriman-mereka akan memasuki surga, mereka akan diberi rezeki di dalamnya tanpa perhitungan”. (40:41)

10.) Islam mengemukakan definisi tentang baik dan jahat yang membedakan nya dari agama-agama lainnya. Islam tidak mempercayai nafsu alami manusia sebagai jahat. Islam hanya menyebut pemuasan hawa nafsu yang tak terkendali dan tidak pada tempatnyalah sebagai jahat. Islam mengajarkan bahwa kecenderungan-kecenderungan alami kita harus diatur dan disalurkan agar membuatnya konstruktif lagi bermanfaat bagi masyarakat.

11.) Islam tidak hanya membuat kaum wanita ahli waris, namun juga telah memebrikan kepada mereka hak yang sama dengan kaum pria dan bukan dengan cara yang tidak menghargai ciri-ciri khas anatomi mereka serta tugas-kewajiban khas mereka dalam nengandung dan mengurus anak.

apakah semua agama itu benar

Apakah Semua Agama Itu Benar?


Oleh: Insan LS. Mokoginta
Belakangan ini banyak orang beranggapan bahwa semua agama benar, khususnya dari kalangan orang-orang yang paham akan ideologi sekularisme, pluralisme, dan liberalisme (SEPILIS). Dan karena dewasa ini agama islam selalu menjadi sasaran mereka sebagai perbandingan agama.
 
Orang-orang Kristen banyak menyatakan bahwa semua agama sama, semua agama benar dan semua kitab suci wahyu Allah serta semua pemeluk agama masuk surga. Dengan adanya pemahaman seperti itu maka sengaja kami terbitkan tulisan ini, agar umat islam tidak mudah dirasuki oleh pemahaman yang jelas-jelas keliru dan menyesatkan.

Mungkin saja ada sebagian dari umat Kristiani yang apabila tanpa sengaja membaca tulisan ini, beranggapan bahwa ini sebagai penghinaan atau pelecehan terhadap iman, kepercayaan agama mereka atau kitab suci mereka, padahal sebenarnya tidaklah demikian. Malah sebaliknya, kami inginkan agar mereka berada pada jalan yang benar, yaitu jalan keselamatan menuju kepada kebenaran yang hakiki, agar kita semua sama-sama selamat dunia dan akhirat.
Anggapan sebagian besar umat kristiani bahwa umat islam tidak boleh ikut mencampuri kitab TAURAT, ZABUR (MAZMUR) dan INJIL, sebab kitab-kitab tersebut adalah milik mereka. Padahal kitab TAURAT, ZABUR dan Injil adalah juga kitab yang harus diimani oleh setiap muslim (orang Islam). Bahkan itu merupakan salah satu RUKUN IMAN yang WAJIB di imani oleh setiap kaum muslimin adalah mengimani terhadap semua Nabi, termasuk Nabi ISA as (YESUS) dan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya, sebagaimana firman Allah dalam Al-qur’an, yang artinya 
Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil “.(QS. Al-Imran 3:3.)
Dari bunyi ayat tersebut dapat kita pahami bahwa al-qur’an yang diturunkan Allah kepada nabi Muhmmad Saw, membenarkan kitab taurat dan injil sebagai kitab yang diturunkan-Nya. Ini berarti bahwa kitab tersebut juga milik islam yang perlu diimani. Oleh sebab itu jika kami sebagai umat Islam ikut mempelajari, mendalami dan mengoreksi terhadap kandungan kitab-kitab tersebut adalah sangat wajar, sebab tidak ada satu dalil pun dalam alkitab yang mengatakan bahwa kitab-kitab tersebut hanya milik umat Kristiani saja.
Meluruskan dengan apa yang telah dirobah-robah oleh tangan-tangan yang JAHIL manusia terhadap kitab Allah adalah kewajiban setiap umat Muslim dengan tujuan agar manusia tidak tersesat mengimani kitab yang telah bercampur antara HAK (beanr) dan BATHIL (menyimpang). Sebagaimana dijelaskan dalam Al-qur’an yang artinya 
maka kecelakaan  yang besarlah bagi orang-orang yang menulis al-kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya, ini dari Allah (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri dan kecelakaan besarlah bagi mereka akibat apa yang mereka kerjakan”.(QS. Al-baqarah 2:79).
Allah yang menyuruh mengingatkan,maka kami harus menyampaikannya, sebagaimana firman-Nya dalamal-qur’an yang artinya, “ Hai ahli kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang HAQ dengan yang BATHIL, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui”. (QS. Al-Imran 3: 71).
Dan dalam ayat lain Allah SWT berfirman, sampaikan kepada ahli kitab, kembali kepada ajaran TAUHID, bahwa menyembah itu hanya Allah saja, bukan kepada YESUS, bukan kepada yang lainnya.
“ Katakanlah, Hai ahli kitab, marilah kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia (Allah) dengan sesuatupun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai TUHAN selain ALLAH. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka, saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. Al-Imran 3: 64).
Dari kedua ayat tersebut, intinya kita sebagai umat Islam disuruh Allah SWT utuk menyampaikan atau mendakwahkan kepada ahli kitab ( YAHUDI & NASRANI ) agar jangan campur adukkan yang hak dan bathil, dan jangan sembunyikan yang benar, katakanlah BENAR kalau itu BENAR dan katakan SALAH jika SALAH. Juga pada ayat tersebut Allah perintahkan,smapaikan kepada mereka, kembali kepada ajaran TAUHID, jangan menyembah TUHAN-TUHAN lain selain ALLAH Azja Wajala dan jangan sekutukan ALLAH dengan suatu apapun. Sebab mengamalkan ajaran-ajaran dari manusia dan meninggalkan ajaran ALLAH dan YESUS (nabi ISA as), sama saja menjadikan TUHAN-TUHAN lain selain ALLAH. 
 Nah inilah barangkali yang perlu kita sampaikan dan ingatkan kepada mereka orang-orang kaum NASRANI dan YAHUDI agar mereka mau MENGKRITISI apakah yang selama ini mereka imani sudah sesuai dengan ALKITAB / INJIL atau tidak.
Dijelaskan dalam Al-qur’an bahwasanya:
“Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci ” (QS. Ash-shaaf 61: 9).
“ Sesungguhnya agama (yang diridhoi) disisi Allah hanyalah islam. Tidak berselisih orang-orang yang telah diberi alkitab kecuali sesudah dating pengetahuan kepadamereka,karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya “ (QS. Al-Imran 3:19).
“Barang siapa mencari agama selain agama islam,maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi “ (QS. Al-Imran 3 : 85)
Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu,dan telah kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhoi islam itu jadi agama bagimu “ (QS. Al-maidah 5 :3).
BERBAGAI MACAM AGAMA 
Di dunia ini ada begitu banyak agama, tapi dari sekian banyak agama yang ada, hanya ada dua agama yang selalu berpotensi konflik yaitu ISLAM dan KRISTEN.
Belum pernah kita melihat/mendengar ada agama YAHUDI, BUDHA, KONG HUCHU, HINDU dan lain-lain yang berdakwah kemana-mana dalam rangka untuk mempengaruhi umat beragama lainnya agar masuk dan ikut kedalam agama mereka, belum pernah!!!
Yang seringkali melakukan kegiatan da’wah kemana-mana, hanyalah agama islam dan Kristen. Gerja dibangun dimana-mana,bahkan hampir disetiap RUKO dan MALL ada salah satu ruangan atau gedung yang mereka sewa untuk dijadikan GEREJA. 
Pendeta dan misionaris serta evangelis atau penginjil, disebarkan keseluruh dunia dalam rangka mendakwahkan agama mereka, karena mereka yakin hanya agama mereka saja yang benar dan menyelamatkan, kalau perlu semua orang masuk kedalam agama Kristen.
Islam juga demikian, mesjid dan mushola dibangun dimana-mana. Utstadz, kyai, mubaligh dan da’I disebarkan kemana-mana dalam rangka untuk mend’wahkan kebenaran islam, kalau perlu semua orang masuk kedalam agama Islam.
Kedua agama besar ini, sama-sama mengklaim bahwa agamanya saja yang benar dan menyelamatkan manusia di akhirat nanti.
Menurut umat Islam, semua manusia kafir, bakal masuk neraka dan kekal di dalamnya, kecuali tentu yang beragama islam atau pengikut nabi Muhammad SAW.
Menurut umat kristiani, mereka juga yakin bahwa semua manusia tidak akan selamat dan bakal masuk neraka, kecuali pengikut YESUS.
Sehigga timbul pertanyaan, apakah pernyataan kedua agama ini sama-sama benar? Atau dengan kata lain : MANA YANG BENAR, ISLAM ATAU KRISTEN?
Sampai saat ini masih cukup banyak orang-orang yang berpendapat bahwa semua agama benar, semua agama sama, semua kitab suci wahyu Allah dan semua pemeluk agama masuk surge. Bahkan beberapa yag dipropangandakan oleh JIL (jaringan Islam Liberal) dengan istilah SEPILIS (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme) dimana mereka katakan “ SEMUA AGAMA BENAR, SEMUA AGAMA SAMA, SEMUA KITAB SUCI WAHYU ALLAH DAN SEMUA PEMELUK AGAMA MASUK SURGA “.
Menurut mereka tidak boleh umat Islam mengklaim hanya agama islam saja agama yang benar. Tidak boleh umat islam mengklaim Al-qur’an saja kitab suci wahyu Allah dan tidak boleh umat islam mengklaim hanya pemeluk agama islam saja yang masuk surga.
Menurut mereka semua agama benar, semua kitab suci wahyu Allah dan semua pemeluk agama masuk surga, hanya jalan, cara atau teknisnya saja yang berbeda.
Menurut kami, yang benar yaitu, semua agama pasti akan mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar, bukan hanya umat islam yang mengklaim demikian, tapi semua pemeluk agama.
Jika setiap agama mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar dan menyelamatkan, itu sesuatu yang wajar, SEBAB MANA ADA KECAP NOMOR DUA, PASTI NOMOR SATU. Jika masing-masing mengkalim seperti itu, adalah hak asasi mereka.
Adanya berbagia agama di dunia ini, al-qur’an membenarkan, artinya islam menerima PLURALITAS karena hal tersebut merupakan SUNNATULLAH sebagai dinamika kehidupan yang menghargai berbagia agama dan kemajemukkan. Tapi islam tidak mengakui atau menolak pemahaman PLURALISME, yaitu suatu isme atau paham yang membenarkan bahwa semua agama adalah sama benarnya. 
APA DAN BAGAIMANA SEPILIS ITU
SEPILIS adalah singkatan dari SEKULARISME, PLURALISME DAN LIBERALISME.
SEKULARISME adalah suatu paham atau isme atau aliran pemikiran yang percaya dan meyakini bahkan mengimani bahwa agama harus dipisahkan dari negara, tidak boleh membawa atribut atau symbol-simbol agama, apalagi ajaran dari suatu agama.Dan kenyataannya, SEKULARISME telah menjadi suatu IDEOLOGY yang ANTI TERHADAP AGAMA, bahkan MEMUSUHI AGAMA.
PLURALISME adalah suatu paham atau isme atau aliran pemikiran yang mempercayai dan meyakini bahwa semua agama sama, semua agama benar dan semua pemeluk agama selamat. Menurut paham mereka.Siapapun termasuk nabi dan rasul, tidak berhak mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar.Dalam prakteknya.Paham ini telah menjadi semacam ideology lintas agama yang mencampur adukkan ajaran semua agama.
LIBERALISME adalah suatu paham atau isme atau aliran pemikiran atau paham, yang mempercayai dan meyakini bahkan mengimani bahwa NASH AL-QUR’AN dan ASSUNNAH harus harus TUNDUK KEPADA AKAL. Menurut mereka,manusia memiliki KEBEBASAN MUTLAK. Siapapun, bahkan termasuk TUHAN sekalipun, TIDAK BERHAK untuk MEWAJIBKAN atau MENGHARAMKAN sesuatu terhadap manusia, karena WAJIB dan HARAMadalah pemasungan kebebasan dan perkosaan HAM.Kenyataannya paham liberalism ini telah menjadi suatu ideology yang membolehkan berbagai KEMUNGKARAN, seperti pornografi, pornoaksi, lesbian, homosex, pelacuran dan perzinahan, pemurtadan, aliran sesat dan penistaan terhadap agama. Padahal masalah yang diusung oleh kalangan JIL (jarigan liberal islam) ini, sejak lama sudah dinyatakan HARAM oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak tahun 2005 yang lalu, sebagaimana bunyi FATWA tersebut sebagai berikut: 
 
FATWA MUI NO. 7 TAHUN 2005
“ SEKULARISME, PLURALISME dan LIBERALISME AGAMA adalah paham yang BERTENTANGAN dengan AJARAN AGAMA ISLAM dan HUKUMNYA HARAM ”.
Yang perlu kita ketahui, bahwa PLURALISME tidak sama dengan PLURALITAS. Yang Islam tolak adalah PEMAHAMAN PLURALISME karena itu adalah ideologi pencampur adukkan AQIDAH.
Tapi Islam menerima pluralitas karena hal tersebut sudah merupakan sunnatullah sebagai dinamika kehidupan yang menghargai keberadaan atau kemajemukan berbagai agama. Bagi umat Islam, tidak ada masalah dan bisa hidup berdampingan dengan umat beragama lainnya secara damai dan penuh toleran, saling menghargai dan menghormati.
Dalam pandangan Islam, tiap umat beragama bebas meyakini kebenaran agamanya masing-masing, dan bebas pula untuk tidak menerima kebenaran agama lain, tapi tidak dibenarkan menistakan atau menghina terhadap agama-agama lainnya. Intinya ajaran islam sangat menghargai kebebasan beragama, tapi menolak pencampur adukkan antara semua agama dan apalagi melakukan penodaan terhadap agama. 
Oleh karena itu, dalam ajaran Islam, pernyataan yang menyatakan bahwa semua agama benar, semua agama sama, semua kitab adalah wahyu Allah dan semua pemeluk agama masuk surga adalah pernyataan yang sesat dan menyesatkan. Kenapa?Karena hal tersebut adalah pencampur adukkan agama. Sebab kalau pernyataan semua agama sama, semua agamabenar, semua kitab wahyu Allah dan semua pemeluk agama selamat, tentu orang akan MEMILIH AGAMA YANG PALING RINGAN RESIKONYA. ATAU DENGAN KATA LAIN MANUSIA AKAN MEMILIH BEBAN YANG PALING RINGAN DAN BEBAN YANG PALING RINGAN YAITU AGAMA KRISTEN.
Nantinya orang-orang islam yang awam akan cenderung memilih agama Kristen, daripada repot-repot beragama islam, harus shalat 5 kali sehari, harus berpuasa, harus berhaji dengan biaya yang mahal dan lain-lain.
JIKA SEMUA AGAMA BENAR
1. Kalau semua agama sama dan benar, berarti kapan saja kita boleh pindah-pindah agama. Tidak sempat Jum’atan boleh Mingguan. Dan jika tidak sempat Mingguan boleh Jum’atan.
2. Kalau semua agama benar berarti kita boleh menikah beda agama.
3. Kalau semua agama benar, tidak perlu lagi istilah halal dan haram.
4. Kalau semua agama benar, berarti konsep ketuhanan dan dewa-dewi semua agama benar. Atau dengan kata lain semua tuhan-tuhan dan dewa-dewi benar. Berarti kita harus ikut yakin dan percaya akan TUHAN BAPA, TUHAN ANAK dan TUHAN ROH KUDUS (TRINITAS). DEWA BRAHMA, WISNU, dan SHIWA (TRIMURTI), juga DEWA KWAN IM, DEWA TANAH, DEWA LANGIT, DEWA MATAHARI, DEWA BUMI, DEWA BULAN, DEWA LAUT, DEWA AIR BAHKAN DEWA PADI dll.
Pertanyaannya : mungkinkah kita umat islam menerima alasan-alasan tersebut? Tentu saja tidak! Dan hal ini juga sangat mungkin umat beragama lainnya berpendapat seperti itu.
PENDAPAT:
Orang-Orang JIL (jaringan islam liberal) yang mengatakan semua agama benar, semua agama sama, semua kitab wahyu Allah dan semua pemeluk agama masuk surga, mungkin juga ditolak oleh umat beragama lainnya, sebab mereka juga sangat meyakini agamanya saja yang benar.
SEMUA YAKIN HANYA AGAMANYA YANG BENAR
Kami yakin, semua agama didunia ini, punya banyak alas an berdasarkan kitab suci masing-masing, bahwa hanya agamanya saja yang benar. Sebagai muslim, kita juga punya berbagai alas an berdasarkan al-qur’an bahwa hanya islam agama yang benar, hanya al-qur’an satu-satunya kitab suci yang terpelihara sampai akhir zaman dan hanya pemeluk agama islam yang benar, yang selamat masuk surga. Dalam al-qur’an surat ash-shaaf ayat 9 Allah SWT berfirman yang artinya 
Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar Dia memenangkannya atas semua agama, walaupun orang-orang musyrik membencinya”.(QS. As-shaaf 61: 9).
Makna ayat tersebut yaitu Allah telah mengutus rasul-Nya (Muhammad) dengan membawa petunjuk (Al-qur’an) dan agama yang benar (Islam), kemudian Allah menangkan atas semua agama.
Kalau Yesus dan agama Kristen serta injil diperuntukkan untuk seluruh dunia, tentu tidak mungkin Allah harus mengutus lagi seorang rasul-Nya bernama Muhammad dengan membawa Al-qur’an dan agama Islam.
Sebab kalau kedua agama ini sama-sama benar dan untuk seluruh dunia, tentu masing-masing agama ini akan mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar dan yang menyelamatkan.
Kalau begitu, kenapa Allah mengutus lagi seorang Rasul bernama Muhammad dengan membawa petunjuk yaitu Al-qur’an dan agama Islam?Jawabannya sederhana saja, karena semua nabi sejak nabi Adam a.s sampai dengan nabi Isa a.s, mereka semua diutus oleh Allah SWT hanya untuk kaumnya saja. Al-qur’an menjelaskan bahwa nabi Isa a.s (Yesus), diutus hanya untuk kaumnya saja yaitu Bani Israil, bukan untuk seluruh dunia, sebagaiman firman-Nya:
DanDia (Allah) mengajarkan kepadanya (Isa) kitab, hikmah, Taurat dan Injil dan menjadi Rasul kepada Bani Israil ” (QS. Al-imran 3 : 48-49).
Dalam ayat lain Allah berfirma yang artinya 
Dan (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang telah Kami beri karunia (kenabian) atasnya dan Kami menjadikannya sebagai teladan bagi Bani Israil” (QS. Az-Zukhruf 43 : 59). 
Kesaksian Allah dalam Al-qur’an tersebut ternyata terdapat juda dalam kitab suci Injil, dimana Yesus sendiri bersabda dalam Injil Matius pasal 15 ayat 24 sbb:
Jawab Yesus ; “ Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari ummat Israil”.(Matius 15: 24)
Ayat tersebut adalah pernyataan Yesus yang jujur dan polos bahwa dia diutus hanya untuk kaumnya yaitu Bani Israil,bukan untuk seluruh dunia. Ummat kristiani juga meyakini bahwa Yesus  adalah juruselamat dunia, padahal dalam al-kitab dikatakan bahwa Yesus juruselamt tapi hanya untuk orang Isarael saja, sebagaimana ayat Bibel ini:
Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus” (Kisah Rasul 13 : 23).
Bunyi ayat Bibel tersebut sangat jelas bahwa Yesus benar seorang juruselamat tapi sayangnya dia juruselamat hanya untuk orang Israel saja, bukan utnuk selauruh dunia atau alam semesta, dan periodenya juga sudah selesai dan telah digantikan oleh nabi Muhammad SAW sebagai penerus risalah beliau yang disempurnakan.
Karena semua nabi sejak nabi Adam s/d Isa a.s (Yesus) adalah utusan Allah yang diutus hanya untuk kaum tertentu saja, maka perlulah Allah mengutus seorang Rasul yang terakhir atau yang menjadi penutup para nabi (khataman nabiyyin) dengan membawa wahyu yang terakhir yaitu Al-qur’an, untuk menggantikan semua nabi yang pernah diutus dan semua wahyu yang diturunkan sebelumnya menjadi suatu agama yang diperuntukkan bagi seluruh ummat manusia atau seluruh alam semesta, sebagaiman firman Allah dalam Al-qur’an yang artinya;
“ Dan Kami tiada mengutusmu (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam”(QS. Al-Ambiyya 21 : 107).
Kemudan dalam ayat yang lain, Allah SWT berfirman dalam surat Al-Imran ayat 19 dan surat Al-Imran ayat 85 sebagai berikut;
Sesungguhnya agama (yang benar/diridhoi) disisi Allah hanyalah Islam…..”(QS. Al-Imran 3 :19).
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-ali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (QS. Al-Imran 3 : 85).
Dari bunyi beberapa ayat tersebut saja, sudah terjawab bahwa tidak semua agama sama dan tidak semua agama benar; Agama yang benar dan yang diridhoi disisi Allah hanyalah Islam.
Jika agama yang benar dan yag diridhoi oleh Allah hanyalah islam, kesimpulannya ;“selain daripada agama Islam, tdak benar atau tidak diridhoi oleh Allah SWT.
Nah dari beberapa ayat tersebut saja membuktikan bahwa keliru ika ada orang yang mengatakan bahwa semua agama benar dan semua agama sama! Yang benar hanyalah Islam.Oleh sebab itu, kesimpulannya berarti tiada keselamatan selain daripada beragama Islam, tiada keselamtan selain mengimani Al-qur’an dan tiada keselamtan selain menjadi pengikut nabi Muhammad SAW. Atau dengan kata lain bahwa yang benar hanyalah agama islam denga kitab sucinya Al-qur’an dan nabi-Nya yang terakhir/penutup para nabi dan rasul adalah Nabi Muhammad SAW, yang diperuntukkan bagi seluruh semesta alam,menjadi agama yang rahmatan lil ‘alamin.
UMMAT KRISTIANI JUGA MEYAKINI AGAMANYA SAJA YANG BENAR
Kalau ayat-ayat Al-qur’an seperti itu kita sampaikan atau da’wahkan kepada ummat manusia, khususnya orang kristiani, apakah mereka yang tidak percaya akan menerimanya ?Tentu  saja tidak !! kenapa ?? sebab mereka juga punya dalil,mereka juga punya kitab suci, mereka juga punya ayat-ayat andalan atau “ayat-ayat emas” dalam Injil mereka, seperti;
Kata Yesus kepadanya; “ Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang dating kepada bapa, kalau tidak melalui Aku “. (Yohanes 14 : 6).
Maksud ayat tersebut, jika ingin selamat, jalan satu-satunya harus menjadi pengikut Yesus alias masuk agama Kristen. Ayat ini sangat lemah, sebab Injil itu ada empat.jika ayat tersebut sangat menentukan keselamatan manusia di akhirat, mengapa hanya Yohanes yang menulisnya? Sementara Injil yang ditulis duluan yaitu Injil Matius, Markus dan Lukas, ayat tersebut tidak dijumpai. Tiba-tiba dalam Injil Yohanes muncul ayat tersebut? Padahal Injil yang muncul paling belakangan sebelum Yohanes, mestinya ayat tersebut ada dan sangat penting, logikannya ke empat penulis Injil harus abadikan dalam kitab Injil-injil mereka. Tidak ada seorang pendeta pun yang sanggup membuktikan adanya bunyi ayat tersebut dalam ke tiga Injil yang terbit duluan (Injil Matius, Markus dan Lukas) Yesus naik keledai, diabadikan oleh keempat penulis Injil. Mengapa ayat yang amat sangat penting dan menentukan keselamatan manusia didunia dan akhirat, hanya Injil Yohanes saja yang abadikan?
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia (Allah) telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal “(Yohanes 3:16).
Maksudnya, karena begitu besar kasih saying Tuhan karena semua manusia telah jatuh dalam dosa, maka diutuslah anak-Nya yang tunggal yaitu Yesus ke dunia ini dalam rangka mati dikayu salaib untuk menebus dosa manusia. Ayat tersebut sangat tidak rasional, mengapa agar dosa-dosa manusia terampuni, Allah harus korbankan anak-Nya yang paling Dia kasihi (Yesus), mati dikayu salib agar tertebus dosa –dosa manusia? Bukankah Allah Maha Kuasa, Dia bisa  mengampuni dosa manusia tanpa harus menjadikan Yesus sebagai tumbal. Mengapa untuk mengampuni dosa Allah gunakan cara-cara yang kejam dan sadis yang dipikulkan kepada Yesus (anak-Nya)? Bukankah Allah mengajarkan “jangan membunuh”, tapi mengapa anak-Nya bernama Yesus, Dia biarkan dibunuh dengan cara yang sangat sadis dan kejam? Bukankah Allah ajarkan KASIH, tetapi mengapa “anak-Nya” dibiarkan mati begitu saja dibunuh dengan sangat biadab?Mana kasih sayang-Nya terhadap Yesus?
Ayat tersebut seolah-olah Allah sudah hilang kemahakuasaan-Nya, sehingga jalan satu-satunya terpaksa Dia harus rela korbankan Anak-Nya (Yesus) agar dosa manusia tersebut diampuni, sebenarnya ayat tersebut bukan firman atau ucapan Yesus, tapi hanya tulisan Yohanes yang dia tulis berdasarkan kesaksian dari orang-orang lain yang tidak jelas sumbernya, karena dalam Injil Yohanes, dia menulis berdasarkan saksi (Yohanes 21 :24), bukan wahyu Allah langsung kepadanya.
“ Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan (Kisah Rasul 4 : 12).
Maksud ayat tersebut, keselamatan itu tidak dalam nama nabi Musa, Ibrahim, Muhammad, dll, tapi hanya dalam nama Yesus. Ayat tersebut sangat lemah, sebab ayat tersebut bukan ucapan Yesus, tapi hanya tulisan Lukas.Sementara Lukas bukan murid Yesus, tapi dia seorang tabib dan pengikut Paulus. Dan Kitab Kisah Rasul yang ditulis oleh Lukas, itu bukan Injil, tapi hanya tulisan Lukas yang ditujukan kepada seseorang bernama Teofilus. Lukas tidak termasuk dalam duabelas murid Yesus (Matius 6 : 13-16).
“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan”(Roma 10 : 9.)
Ayat tersebut bukan ucapan Yesus dan bukan firman Allah, tapi hanya surat kiriman Paulus kepada jema’atnya di kota Roma.
Ini juga bukan Injil. Paulus bukan murid Yesus. Ketemu muka secara fisik dengan Yesus tidak pernah. Paulus sendiri mengaku Dia bertemu dengan Yesus sewaktu dalam perjalanannya ke kota Damsyik. Dan pertemuannya dengan Yesus, bukan ketemu fisik (muka dengan muka) tapi hanya ketemu Yesus dalam cahaya yang menyilaukan matanya. Dan latar belakang Paulus ini, dia seorang mantan pendusta, pembunuh, penjahat, penganiaya pengikut Yesus.
Kalau pernyataan ayat Bible tersebut benar, berarti Al-qur’an salah, tapi kalau pernyataan ayat-ayat Al-qur’an tadi benar berarti Bibel salah,sebab benar dua-duanya pasti mustahil, salah dua-duanya tidak mungkin!. Yang benar hanya satu, tapi yang mana?
Ada sebuah Bibel yang tidak boleh beredar di Indonesia, kami peroleh dari amerika, bernama The Five Gospels. Bibel tersebut hasil seminar 76 ahli diberbagai bidang ilmu pengetahuan dari berbagai universitas-universitasyang terkenal diseluruh dunia. Dari seluruh peserta seminar tersebut sepertinya tidak ada satupun yang beragama islam, dan tidakada satupun berasal dari negara Indonesia.
Di cover Bibel tertulis “what did Jesuds really say? (manakah ucapan Yesus yang ssungguhnya) The search for the authentic word of Jesus (mencari ucapan Ysus yang sebenarnya)."
Injil ini berwarna. Jika ayatnya dicetak

jurusan ilmu perbandingan agama

Program Studi Perbandingan Agama Diganti SAA

Rep: Heri Purwata/ Red: Chairul Akhmad
uin-suka.ac.id
Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Program Studi Perbandingan Agama (PA) akan diganti dengan Studi Agama-agama (SAA) atau Religious Studies, menyusul perkembangan negatif studi Perbandingan Agama.

Perubahan itu atas rekomendasi dari Konferensi Studi Agama di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat-Sabtu (14-15/11). Keputusan tersebut mengakhiri nama program studi PA yang dicanangkan dan dirintis pakar perbandingan agama dan penggagas kerukunan antarumat beragama, Prof Mukti Ali, pada 1961.

Ketua Panitia Simposium Nasional Asosiasi Keilmuan dan Konferensi Studi Agama-agama, Ahmad Salehudin, menyatakan, perubahan PA menjadi SAA berkaitan dengan perkembangan negatif studi PA.

Penggantian nama PA menjadi SAA dilengkapi dengan pembentukan Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASA) Indonesia dan usulan kepada Menteri Agama tentang penyeragaman gelar  sarjana agama (Sag) bagi seluruh lulusan studi agama.

Selama lebih dari 50 tahun, program studi PA telah berhasil mencetak sarjana-sarjana agama yang memiliki pemahaman keagamaan yang moderat, dan berperan strategis dalam mendorong kerukunan antarumat beragama.

"Masalah timbul karena PA dan kiprahnya semakin terlupakan, baik oleh masyarakat maupun negara. Penyebabnya jurusan perbandingan agama tidak mengajarkan kemampuan teknis yang kompatibel dengan dunia kerja dan industri," kata Ahmad.

Sehingga program studi PA terpinggirkan, dan sebagai akibatnya, peminat studi PA makin sedikit jumlahnya. "Kondisi tersebut diperparah oleh kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak terhadap Jurusan Perbandingan Agama," kata dia.

Dalam simposium yang dipelopori program studi  Perbandingan Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, para pengelola program studi PA sepakat membentuk program studi SAA.

Mereka yang bersepakat para pakar dan peminat studi agama, serta Ketua dan Sekretaris Jurusan Perbandingan Agama se-Indonesia, yaitu IAIN Antasari Banjarmasin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Ar Ranieri Aceh, IAIN Raden Intan Lampung, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Walisongo Semarang, UIN Alaudin Makassar, UIN Syarif Hidayutullah Jakarta, UIN Syarif Kasim Riau, STAIN Langsa Aceh, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Center for Religius and Cross Cultural Studies (CRCS) Universitas Gadjah Mada, dan tuan rumah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Program Studi Perbandingan Agama "Dihapus"

Program Studi Perbandingan Agama "Dihapus"

PENDIDIKAN
YOGYAKARTA,(PRLM).- Konferensi Studi Agama merekomendasikan "penghapusan" program studi Perbandingan Agama (PA) dan diganti dengan Studi Agama-agama (SAA) atau Religious Studies.
Keputusan tersebut mengakhiri program studi PA yang dicanangkan dan dirintis pakar perbandingan agama dan penggagas kerukunan antarumat.beragama, Prof Mukti Ali, pada tahun 1961.
Penggantian nama PA menjadi SAA dilengkapi dengan pembentukan Asosiasi Studi Agama Indonesia atau ASA Indonesia dan usulan kepada Menteri Agama tentang penyeragaman gelar seluruh sarjana agama menjadi sarjana.agama (S.Ag.).
Dalam pernyataannya kepada "PRLM", Minggu (16/11/2014), Ketua Panitia Simposium Nasional Asosiasi Keilmuan dan Konferensi Studi Agama-agama Ahmad Salehudin menyatakan perubahan PA menjadi SAA berkaitan dengan perkembangan negatif studi PA.
Selama lebih dari 50 tahun, program studi PA berhasil mencetak sarjana-sarjana agama yang memiliki pemahaman keagamaan yang toleran dan transformatif dan berperan strategis dalam mendorong kerukunan antarumat beragama.
"Masalah timbul karena PA dann kiprahnya semakin terlupakan, baik oleh masyarakat maupun negara. Salah satu faktor penyebabnya adalah karena jurusan perbandingan agama tidak mengajarkan kemampuan tehnis yang kompatibel dengan dunia kerja dan industri."
Karena terpinggirkan, peminat studi PA semakin sedikit jumlahnya. "Kondisi tersebut diperparah oleh kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada Jurusan Perbandingan Agama," kata dia.
Dalam simposium yang dipelopori oleh program studi Perbandingan Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat-Sabtu, 14-15 Nopember 2014, para pengelola program studi PA sepakat membentuk program studi SAA.
Mereka yang bersepakat, adalah para pakar dan peminat studi agama, serta Ketua dan Sekretaris Jurusan Perbandingan Agama se-Indonesia, yaitu IAIN Antasari Banjarmasin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Ar Ranieri Aceh, IAIN Raden Intan Lampung, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Walisongo Semarang, UIN Alaudin Makassar, UIN Syarif Hidayutullah Jakarta, UIN Syarif Kasim Riau, STAIN Langsa Aceh, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Center for Religious and Cross Cultural Studies (CRCS) Universitas Gadjah Mada, dan tuan rumah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Pasca perubahan statuta tersebut, para pengelola program studi SAA sepakat melakukan aksi darurat untuk mendorong peningkatan minat studi agama-agama dalam bentuk affirmative action untuk dosen SAA dalam bentuk beasiswa studi lanjut , kemampuan bahasa, short course, penelitian, dan publikasi.
Kemudian mengusulkan formasi khusus alumni PA/SAA dalam penerimaan CPNS, mengusulkan kepada pemerintah untuk mewajibkan mata kuliah agama-agama menjadi mata kuliah wajib nasional bagi setiap jurusan/prodi di PTAI, pemberian gelar ganda.atau double degree bagi mahasiswa non peserta program studi “SAA” yang berminat mendalami studi agama-agama. (A-84/A-89)***
PENDIDIKAN
YOGYAKARTA,(PRLM).- Konferensi Studi Agama merekomendasikan "penghapusan" program studi Perbandingan Agama (PA) dan diganti dengan Studi Agama-agama (SAA) atau Religious Studies.
Keputusan tersebut mengakhiri program studi PA yang dicanangkan dan dirintis pakar perbandingan agama dan penggagas kerukunan antarumat.beragama, Prof Mukti Ali, pada tahun 1961.
Penggantian nama PA menjadi SAA dilengkapi dengan pembentukan Asosiasi Studi Agama Indonesia atau ASA Indonesia dan usulan kepada Menteri Agama tentang penyeragaman gelar seluruh sarjana agama menjadi sarjana.agama (S.Ag.).
Dalam pernyataannya kepada "PRLM", Minggu (16/11/2014), Ketua Panitia Simposium Nasional Asosiasi Keilmuan dan Konferensi Studi Agama-agama Ahmad Salehudin menyatakan perubahan PA menjadi SAA berkaitan dengan perkembangan negatif studi PA.
Selama lebih dari 50 tahun, program studi PA berhasil mencetak sarjana-sarjana agama yang memiliki pemahaman keagamaan yang toleran dan transformatif dan berperan strategis dalam mendorong kerukunan antarumat beragama.
"Masalah timbul karena PA dann kiprahnya semakin terlupakan, baik oleh masyarakat maupun negara. Salah satu faktor penyebabnya adalah karena jurusan perbandingan agama tidak mengajarkan kemampuan tehnis yang kompatibel dengan dunia kerja dan industri."
Karena terpinggirkan, peminat studi PA semakin sedikit jumlahnya. "Kondisi tersebut diperparah oleh kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada Jurusan Perbandingan Agama," kata dia.
Dalam simposium yang dipelopori oleh program studi Perbandingan Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat-Sabtu, 14-15 Nopember 2014, para pengelola program studi PA sepakat membentuk program studi SAA.
Mereka yang bersepakat, adalah para pakar dan peminat studi agama, serta Ketua dan Sekretaris Jurusan Perbandingan Agama se-Indonesia, yaitu IAIN Antasari Banjarmasin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Ar Ranieri Aceh, IAIN Raden Intan Lampung, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Walisongo Semarang, UIN Alaudin Makassar, UIN Syarif Hidayutullah Jakarta, UIN Syarif Kasim Riau, STAIN Langsa Aceh, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Center for Religious and Cross Cultural Studies (CRCS) Universitas Gadjah Mada, dan tuan rumah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Pasca perubahan statuta tersebut, para pengelola program studi SAA sepakat melakukan aksi darurat untuk mendorong peningkatan minat studi agama-agama dalam bentuk affirmative action untuk dosen SAA dalam bentuk beasiswa studi lanjut , kemampuan bahasa, short course, penelitian, dan publikasi.
Kemudian mengusulkan formasi khusus alumni PA/SAA dalam penerimaan CPNS, mengusulkan kepada pemerintah untuk mewajibkan mata kuliah agama-agama menjadi mata kuliah wajib nasional bagi setiap jurusan/prodi di PTAI, pemberian gelar ganda.atau double degree bagi mahasiswa non peserta program studi “SAA” yang berminat mendalami studi agama-agama. (A-84/A-89)***

Jumat, 13 November 2015

DEFINISI PERBANDINGAN AGAMA, FILSAFAT AGAMA DAN THEOLOGI

BAB I
PENDAHULUAN
Asal-usul agama dilihat dari dua sisi yaitu sisi kewahyuan dan sisi evolusi. Dari sisi kewahyuan, bahwa agama itu berasal dari Tuhan, Allah Swt. Tentunya ajaran-ajaran dan ketentuannya sudah absolute. Sedangkan berdasarkan sisi evolusi, pemahamannya begitu luas. Artinya banyaknya pendekatan yang dilakukan oleh pemikiran akal manusia, mengakibatkan agama mengikuti perkembangan.
Di dunia ini terdapat bermacam-macam agama, dan untuk mempelajari bermacam-macam agama tersebut kita harus mempelajari ilmu perbandingan agama. Dimana ilmu perbandingan agama tersebut bukan untuk mencari tahu agama mana yang paling benar, akan tetapi hanya untuk mempelajari/mengetahui perbedaan antara agama satu dengan agama yang lain. Selain itu juga untuk mengetahui dan memahami gejala-gejala keragaman yang terdapat pada suatu kepercayaan.
Selain mempelajari tentang perbandingan agama kita juga perlu mempelajari filsafat agama. Hal ini di karenakan dalam filsafat agama, agamalah yang menjadi objek kajiannya.selain itu kita juga perlu untuk mengkaji teologi. Hal ini di karenakan antara ilmu perbandingan agama, filsafat agama, dan teologi sama-sama mengkaji masalah ketuhanan. Meskipun sama-sama mengkaji masalah ketuhanan, pada dasarnya antara ketiganya memiliki perbedaan.
Oleh sebab itu dalam makalah ini akan di bahas lebih lanjut mengenai pengertian perbandingan agama, filsafat agama, dan teologi, dan juga membahas tentang perbedaan antara ketiganya.




BAB II
DEFINISI PERBANDINGAN AGAMA,
FILSAFAT AGAMA DAN THEOLOGI
2.1. Definisi Perbandingan Agama
Ada beberapa pendapat mengenai makna dari perbandingan agama, Menurut Louis H. Jordan  perbandingan agama berarti ilmu yang membandingkan asal-usul, struktur dan ciri-ciri dari berbagai agama di dunia, dengan maksud untuk menentukan persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaannya yang sebenarnya, sejauh mana hubungan antara satu agama dengan agama yang lain, dan superioritas dan inferioritas yang relatif apabila di anggap sebagai tipe-tipe.[1]
Sedangkan menurut Mukti Ali ilmu perbandingan agama adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang berusaha untuk memahami gejala-gejala keagamaan dari suatu kepercayaan (agama) dalam hubungannya dengan agama lain.[2]
Ilmu Perbandingan Agama adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang berusaha untuk memahami gejala-gejala keagamaan dari suatu kepercayaan (agama) dalam hubungannya dengan agama lain. Pemahaman ini mencakup persamaan (kesejajaran) dan perbedaannya. Selanjutnya dengan pembahasan tersebut, struktur yang asasi dari pengalaman keagamaan manusia dan pentingnya bagi hidup dan kehidupan manusia dapat dipelajari dan dinilai
Jadi makna dari perbandingan agama menurut pemakalah adalah suatu ilmu untuk mempelajari gejala-gejala keagamaan, antara satu agama dengan agama lain, akan tetapi bukan untuk mencari mana yang paling benar.

2.2. Definisi Filsafat Agama
Sebagaimana dijelaskan terdahulu bahwa falsafah berasal dari bahasa Yunani yang tersusun  dari dua kata yakni Philos dalam arti cinta,suka, dan Sophia dalam arti kebijaksanaan.[3] Poedjawijatna menyatakan bahwa kata filsafat berasal dari kata arab yang berhubungan rapat dengan kata Yunani. Kata Yunani nya adalah Philosophia, philo (cinta) dan Sophia (kebenaran).[4] Jadi filsafat itu menurut Plato, pengetahuan tentang segala yang ada. Aritoteles, mengatakan filsafat itu adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda.
Dengan demikian Filsafat Agama mempunyai arti berfikir tentang dasar agama menurut logika dan bebas.[5]
Jadi filsafat agama adalah suatu penyelidikan yang bersifat kritis tentang agama berdasarkan makna istilah-istilah, bahan bukti, dan prinsip-prinsip verifikasi. Filsafat agama dapat diperluas  atau dibatasi tergantung pada perhatian seorang filosof, dan satu-satunya batasan universal yang berlaku adalah sebagai berikut:
a.    Mengemukakan setidak-tidaknya salah satu dari persoalan yang menyangkut tentang persoalan keagamaan.
b.    Perlu dimulai dan tetap terikat dengan klaim-klaim dari manusia (positif dan negatif) yang berkenaan dengan pengalaman tentang apa yang suci, sakral, illahi, berkekuasaan, dan bernilai puncak, dan hakekat dari wujud yang mungkin dianggap memiliki sifat-sifat tersebut.[6]
Dalam filsafat agama, agama merupakan objek dari filsafat.  Objek filsafat agama tersebut tidak hanya persoalan-persoalan ketuhanan semata, tetapi juga sampai kepada persoalan-persoalan eskatologis. Persoalan eskatologis pada umumnya berbicara tentang hari kiamat dan hal-hal yang akan dialami manusia pada waktu itu, seperti persoalan keadilan Tuhan, penerimaan pahala dan siksa. Pentingnya persoalan eskatologis sebagai objek pembahasan  filsafat agama karena eskatologislah yang mendorong  orang bersemangat orang untuk menjalankan ajaran agamanya. Tanpa ada tanggung jawab terhadap amal perbuatannya keberadaan agama menjadi kurang menarik. Hidup sesudah mati inilah yang membuat pemeluknya menjadi tertarik kepada agama. Filsafat agama sebenarnya bukanlah langkah untuk menyelesaikan persoalan agama secara tuntas. Pembahasan filsafat agama hanya bertujuan untuk mengungkapkan argumen-argumen yang mereka kemukakan dan memberikan penilaian terhadap argumen tersebut dari segi logisnya.
2.3. Definisi Theologi
Teologi terdiri dari kata “theos” yang berarti Tuhan dan “logos” yang berarti ilmu, jadi theologi ialah ilmu tentang Tuhan atau ilmu Ketuhanan. Maka pokok pembahasan teologi adalah segala sesuatu yang terkait dengan-Nya.[7]
Dalam buku karya juhaja,  teologi terdiri dari dua kata “theos” dan “ology”. “theos” dalam bahasa Yunani berarti Tuhan, yang berkenaan dengan ketuhanan. Sedangkan “ology” di petik dari bahasa Yunani “logos” yang berarti percakapan, penilaian, pengkajian, penelitian yang dapat di pahami melalui pembicaraan dan pemikiran manusia.[8]
Selain itu teologi juga di artikan sebagai keseluruhan pengetahuan adi kodrati yang objektif  lagi kritis dan yang disusun secara metodis, sistemis dan koheren; pengetahuan ini menyangkut hal-hal yang diimani sebagai wahyu Allah atau berkaitan dengan wahyu itu.[9]
Jadi teologi menurut pemakalah adalah suatu cabang ilmu pengetahuan di mana di dalamnya berkaitan dengan tuhan, dan kebenaran di dapatkan berdasarkan wahyu dari Allah (di sesuiakan dengan agama masing-masing).
Teologi juga diistilahkan dengan ilmu kalam dan ilmu Ushuluddin. Disebut ilmu kalam karena ia membahas tentang kalam Tuhan. Kalam Tuhan adalah firman Tuhan, maka kalam Tuhan itu adalah Al-Qur’an.
Disebut ilmu Ushuluddin karena ia membahas ajaran-ajaran dasar agama seperti masalah keimanan dan keesaan Tuhan. Dari segi istilah, teologi berarti ilmu yang membahas tentang Tuhan dan manusia serta hubungan manusia dengan Tuhan.[10]
Adapun ciri-ciri teologi itu sendiri adalah:
a). Selalu berkaitan denga tuhan
b). Doktrin tetap menjadi elemen signifikan dalam memaknai teologi.
c). Teologi sesungguhnya adalah aktifitas yang muncul dari keimanan dan penafsiran atas keimanan.[11]









BAB III
PERBEDAAN PERBANDINGAN AGAMA
DENGAN FILSAFAT AGAMA DAN THEOLOGI
      A. Perbandingan Agama
a). Agama mempercayai akan adanya kebenaran dan khayalan dogma-dogma agama.
b). Perbandingan agama membahas perbandingan dari beberapa agama tetapi bukan untuk membenarkan atau menyalahkan.
c). Perbandingan Agama mendahulukan Agama sebagai kepercayan dari pada pemikiran.
d). Agama adalah kebenaran yang bersumber dari wahyu Tuhan mengenai berbagai hal kehidupan manusia dengan lingkungannya.
Ilmu Perbandingan Agama tidak hanya membanding-bandingkan agama saja, tetapi juga melakukan kajian historis, fenomenologis, atau secara umum melakukan kajian yang bersifat ilmiah atau scientific. Hal itu akan semakin jelas setelah dibahas mengenai metode-metode yang digunakan dalam Ilmu Perbandingan Agama.
Joachim Wach dari sudut pandang yang lain, berpendapat bahwa obyek Ilmu Perbandingan Agama adalah pengalaman agama.   Menurut Joachim Wach pengalaman agama berbeda dengan pengalaman psikis biasa. Pengalaman agama mempunyai beberapa kriteria tertentu.
Kriteria pertama, pengalaman agama merupakan suatu tanggapan terhadap apa yang dihayati sebagai Realitas Mutlak. Kedua, pengalaman agama merupakan tanggapan yang menyeluruh atau utuh (akal, perasaan, dan kehendak hati) manusia terhadap Realitas Mutlak. Ketiga, pengalaman agama merupakan pengalaman yang paling kuat, menyeluruh, mengesankan, dan mendalam dari manusia. Keempat, pengalaman agama merupakan pengalaman yang menggerakan untuk berbuat.
Pengalaman tersebut mengandung imperatif, menjadi sumber motivasi dan perbuatan yang tak tergoyahka. Pengalaman agama yang subyektif ini diekspresikan atau diungkaplan dalam tiga ekspresi, yaitu:
a.       pengalaman agama yang diungkapkan dalam  pikiran.
Pengalaman agama yang diungkapkan dalam pikiran terutama berupa mite, doktrin, dan dogma. Pengalaman agama ini dapat berbentuksymboloral, dan tulisan. Tulisan-tulisan bisa berupa kitab suci dan tulisanklasik Untuk keperluan memahami kitab suci diperlukan literature yang sifatnya menjelaskan, misalnya Talmud, Zend dalam Pahlevi, Hadis dalam Islam, Smrti di India, tulisan-tulisan Luther dan Calvin dalam Protestan. Agama-agama besar juga mempunyai credo, yaitu suatu ungkapan pendek tentang keyakinan, syahadat dua belas dalam Kristen, dua syahadat dalam Islam, dan shema dalam Yahudi. Adapun tema yang fundamental dalam pengalaman agama yang diungkapkan dalam pikiran adalah Tuhan, kosmos, dan manusia (Teologikosmologi, dan antropologi).             
b.      pengalaman agama yang diungkapkan dalam tindakan.
Selanjutnya pengalaman agama yang diungkapkan dalam tindakan  berupa kultus (peribadatan) dan pelayanan. Peribadatan sebagai tanggapan terhadap Realitas Mutlak harus dilakukan di mana, kapan, bagaimana caranya, dan oleh siapa? Apakah ibadah itu harus dilakukan sendiri-sendiri atau secara berjamaah? Termasuk dalam uangkapan perbuatan ini adalah kurban dengan segala seluk-beluknya. Termasuk dalam pembahasan ini adalah maslah imitation, yaitu mencontoh tingkah laku dan kehidupan seorang pemimpin agama. Termasuk dalam pembahasan ini adalah keinginan supaya orang lain juga beragama seperti dia, yaitu masalah missionary atau dakwah.                                                 
c. pengalaman agama yang diungkapkan dalam kelompok.           
Akhirnya pengalaman agama yang diungkapkan dalam kelompok berupa kelompok-kelompok keagamaan (Ecclesia atau GerejaKahal,UmmahSangha).  Di sini dibahas juga masalah hubungan antara orang yang beragama dengan masyarakat umumnya, bahasa yang dipergunakan dalam pergaulan mereka baik antar-agama maupun intra-agama sendiri, fungsi, kharisma, umur, seks, keturunan, dan status.
Ketiga ekpresi pengalaman agama di atas (pikiran, tindakan, dan kelompok) yang menjadi obyek Ilmu Perbandingan Agama  meliputi semua agama yang ada dan aliran-alirannya.
B. FilsafatAgama
a). Filsafat agama bermaksud menyatakan kebenaran atau ketidak benaran dasar-dasar agama.
b). Filsafat agama tidak membahas dasar-dasar ajaran dari agama tertentu, tetapi dasar-dasar agama pada umumnya.
c).  Filsafat mempercayakan sepenuhnya kekuatan daya pemikiran.
d).  Filsafat agama tidak terikat pada dasar-dasar agama tertentu.
e). Filsafat Agama meletakkan Tuhan sebagai titik akhir atau kesimpulan seluruh pengkajian.
Filsafat Agama, dalam hal ini yang dipentingkan adalah berfikir tentang dasar-dasar agama, mencoba memahami dasar-dasar itu menurut  logika dan dengan demikian dapat diterima akal orang-orang yang tak percaya pada wahyu dan hanya berpegang pada pendapat akal.[12]
C. Theologi
a).  Teologi sudah menerima dasar ajaran agama sebagai kebenaran.
b). Teologi membahas dasar-dasar ajaran agama tertentu. Misalnya teologi kristen, teologi muslim dsb.
c). Teologi berkaitan dengan Tuhan dan kebenaran yang di terima berdasarkan wahyu Allah.
d).  Teologi hanyalah sebatas upaya memberikan penjelasan atau interpretasi tentang dasar-dasar agama, atau upaya mencari legalitas rasional atas ajaran agama tertentu.[13]
Pendekatan teologi sebagai berikut :
a).Teologi yang memandang Tuhan sebagai titik awal pembahasannya.
b).Teologi mencoba menjelaskan Tuhan dengan seluruh misterinya berdasarkan wahyu.
c).Teologi mendasari premisnya langsung dari wahyu, contoh “semua hukum/sanksi ditetapkan oleh Tuhan”[14]
















BAB IV
KESIMPULAN
Ilmu Perbandingan Agama adalah ilmu untuk mempelajari gejala-gejala keagamaan, antara satu agama dengan agama lain, akan tetapi bukan untuk mencari mana yang paling benar.
a). Agama mempercayai akan adanya kebenaran dan khayalan dogma-dogma agama.
b). Perbandingan agama membahas perbandingan dari beberapa agama tetapi bukan untuk membenarkan atau menyalahkan.
c). Perbandingan Agama mendahulukan Agama sebagai kepercayan dari pada pemikiran.
d). Agama adalah kebenaran yang bersumber dari wahyu Tuhan mengenai berbagai hal kehidupan manusia dengan lingkungannya.

Filsafat Agama mempunyai arti berfikir tentang dasar agama menurut logika dan bebas. Filsafat Agama meletakkan Tuhan sebagai titik akhir atau kesimpulan seluruh pengkajian.
Teologi terdiri dari kata “theos” yang berarti Tuhan dan “logos” yang berarti ilmu, jadi theologi ialah ilmu tentang Tuhan atau ilmu Ketuhanan. Maka pokok pembahasan teologi adalah segala sesuatu yang terkait dengan-Nya. Teologi yang memandang Tuhan sebagai titik awal pembahasannya.